Showing posts with label Book_Movie_Music. Show all posts
Showing posts with label Book_Movie_Music. Show all posts

Tuesday, October 21, 2008

Laskar Pelangi : The Movie and The Books

Laskar Pelangi : book-1 ....

I bought it as my companion during "never ending" flight to Frankfurt last June.
Despite of getting familiar finding stack of this book in Gramedia, one of my colleague recommended me to read this amazing book. Even .... the lady sitting next to me on the flight encouraged me to read all the 3 books from Andrea Hirata, when i started to read it. She (from goethe institute) said , the book was good and funny . Ahhh ... it should be a very nice book then :)

I am not sure whether it was me , the flight, the project situation that i left behind or the book itself ... i could only read the first 15 pages then felt a sleep. There was no trigger in me to open the book also when transitting for 4 hours in Frankfurt before flying to Dublin .... and amazingly ... i kept it in my lugage . First Impression .... I dont like the book.


I am a devoted fan of Ayu Utami. I always expect people writting as good as she does ...
Then I realised ( i've tried to read Laskar Pelangi again for lowering down my stress) that the beauty of this book are on the sentences itself. If you are a thriller, mystery, suspen story or even a romantic novel fan , you will struggling reading this book. At least when you start it.

Laskar Pelangi , Sang Pemimpi, Edensor ...


Now i have finished reading the three books of tetralogi Laskar Pelangi from Andrea Hirata.
Edensor is my favourite , simply because the story flow more interesting. Laskar Pelangi book 1 is my second choice then Sang Pemimpi is last preffered. The story between those books somehow in somepart inconsistent.


The Movie ...

I like the book more than the movie (classical for ppl who read then watch)
People who didnt read the book wont understand how Mahar and Flo connected to each other with their Mystical Club, dont understand how mysterious Tuk Bayan Tula was , dont know the sad story of the Crocodille Whisperer , The Head Master is not passed away, How Fillicium tree has been the center of Laskar Pelangi activities. There is no Trapani that is ended on the mental hospital with his mom.

Many thing you will miss from the original story ... but it is still indeed a good movie

Read More...

Sunday, January 13, 2008

The Golden Compass : masak sih atheis ?

The Golden Compass, PIM 2 XXI deluxe theather ... Friday (harpitnas) 11 January 2008 !

Bersama si Langsing (lolita) dan si Kribo (Fridessy) of E///, gue akhirnya nonton juga cerita fiksi yang di-film-khan ini. The GOLDEN COMPASS adalah bagian pertama dari sebuah His Dark Materials Trilogy. Terus terang gue emang demen sama film2 fiksi yang jalan ceritanya unpredictable model2 the Golden Compass. Terlebih lagi dengan sgala design baju2nya, property2nya (balon terbang, kereta kuda tanpa kuda, rumah2, etc). Kerennn gitu lo ...

Belakangan gue baru tau (dibisikin mbak Anty sepupu gue di Dublin) bahwa film ini nggak "moncerrrr" di US sana. Dia rada "worry" sequel ke-2 dan ke-3 nya nggak bakalan keluar karena tidak tergolong sebagai film2 box office. Sebagai manusia kuper gue nanya dong "how could it be ? film sekeren itu nggak bisa masuk box office ?". Ternyata alasannya rada janggal, "film itu dianggap menyebarkan paham Atheis".




Atheissssss ?!??!?!?!?!? sisi mana sih atheis nya ?
(apa gue terlalu naif sehingga tidak menangkap kesan atheisnya ya ?)

Alkisah ternyata si penulis the Golden Compass, Philip Pullman, adalah seorang Atheis. Well ... yeaaaaa .... Orang homo khan belom tentu menulis sesuatu untuk menyebarkan paham ke-HOMO-an nya itu donggggg. Tapi gue paling kaget ketika (well, gue emang pasang status di YM : Golden Compass = KEREN), salah satu temen deket mengatakan bahwa dia dilarang nonton film itu sama pendetanya. Alasannya : film itu bercerita ttg good vs bad dengan mengandalkan kekuatan sendiri .... ermmm, komentar gue (mungkin jadi pedes banget waktu itu, sorry ya my friend) "perasaan ceritanya nggak beda sama film2 hollywood yang lain deh. Gue gak pernah liat Rambo berdoa dulu sebelum berperang, tokoh2 baik di Lord of Ring juga nggak doa dulu kalo mau perang" (pernyataan anak TK sih ini. tapi khan valid boooo)

Anyway, setelah berdiskusi dengan Pipung (my dearly husband ini otaknya lebih nggenah dibanding gue yang suka meledak2 hehehe) dan cici Henny (yang ini kadang otaknya belok tapi banyakan lurusnya hehehehe) , gue jadi berfikir. Well, mungkin ini yang disebut bahaya laten, spt jaman ORBA dulu ada istilah bahaya laten PKI. Atau seperti doktrin2 ORBA yang secara halus diselipkan utk jiwa2 yang masih polos hehehehe ....

Anyway, buat gue Asiawork (dulu juga pernah heboh) dan the Golden Compass
nggak bikin gue kepikiran ttg Atheis , berfikir jadi Atheis , apalagi jadi Atheis ...

dont know about you guys ... what do you think ?

Read More...

Monday, November 12, 2007

Travelers' Tale = Belok Kanan : Barcelona

Berawal dari Fridessy , temen di kantor dengan "travelling aura"-nya, dan ketidak sengajaan membaca ulasan mengenai novel atau buku atau cerita yang dibukukan bertajuk Traveler's Tale, belok kanan = Barcelona di majalah Tamasya .... Gue membeli buku bersampul sederhana bergambar empat orang dalam perjalanan yang merepresentasikan buku ini dibuat secara keroyokan. Kalo lo gedeen dikit gambar sampul si buku dibawah ini, silahkan dibaca siapa2 saja oknum yang bersekongkol mengarang buku ini hehehe .....

Buku ini lain daripada yang lain. Semenjak membaca Saman dan Larung , terlebih lagi Supernova #2 berjudul Akar, gue emang jadi "termehek2" dengan novel yang mengandung unsur riset yang kental. Apalagi kalau melibatkan perjalanan.

Rasanya seperti membaca cerita Tintin tanpa unsur detektif melainkan romansa dan psikopat :P

Buku keroyokan ini memang antik. Walaupun risetnya tidak sekental Supernova #2 : Akar, tetapi cerita ke empat sahabat yang memutuskan untuk bertemu di Barcelona dari empat penjuru dunia memang menarik.

Jusuf bertolak dari C'oute the ivory
Retno bertolak dari Kopenhagen
Francis bertolak dari Kansas City
sementara Farah bertolak dari Hanoi (sanaan dikit ...)
semua menuju Barcelona

Terus terang gue lebih tertarik memperhatikan path yang diambil Jusuf, setelah keblinger dengan detail cerita Supernova#2 : Akar. Afrika, siapa yang bisa menceritakan detail tentang Afrika dari sudut pandang orang Indonesia selain Luigi Pralangga hahahaha ... Buku ini oke lah ... setidaknya ada unsur2 ketegangan yang dihadirkan ketika Jusuf berusaha keluar dari Coute de Ivory menuju Barcelona secara darurat, karena situasi perang. Boleh juga nih .... lain daripada yang lain.

Terlepas dari cerita romansa nya yang standard aja, justru kisah perjalanan mereka lah yang asyik untuk dibaca. . Karena dikemas dalam bentuk cerita , sehingga dapat menambah pengetahuan tanpa menggurui. Kalau anda2 penggemar perjalanan lux dan hobby shopping. Buku ini kurang pas ... karena mereka gak ada yang mampir ke mall sama sekali hahahaha

Disela2 cerita ditampilkan beberapa box berisi tips melakukan perjalanan . Lumayan untuk di ingat2 , siapa tahu one day kita nekad melakukan perjalanan menuju kemiskinan (ini istilah ke empat tokoh, karena perjalanan mereka menguras seluruh tabungan) atau istilah lainnya adalah ... piknik kaum dhuafa hahahaha ....

Satu pemikiran yang diselipkan buku ini .... mengatakan bahwa benda dan harta nilainya tidak setinggi pengalaman dan pengetahuan. So, kalau disuruh milih beli Louis Vuitton atau naik Gondola ... mestinya pilih naik gondola. Tapi kalo disuruh milih ... nyekolahin anak di sekolah bagus atau backpacking ke Europe , rasanya gue milih yang pertama deh :P

BTW, gue cuma butuh waktu 4 jam utk menghabisi isi novel ini.
Tapi gue gak nolak utk mengulanginya lagi ...

Buku ini bakalan masuk daftar baca ulang gue di malam hari

baca deh ... u will love it !

Read More...

Sunday, July 29, 2007

Harry Potter and the Order of the Phoenix


Sebenernya gue udah merencanakan untuk nonton Harry Potter and the Order of the Phoenix hari Jumat minggu lalu. Ketika break makan siang , gue bela2in mampir ke PIM2 utk membeli tiket film yang akan diputar 1845hr (walaupun tinggal nyebrang doang sih dari kantor, ini tetap usaha extra). Namun apadaya, ketika jam menunjukan pukul 1730, Pipung mengabarkan kalau tiba2 ada meeting mendadak dengan Managing Directornya. Walhasil, sia-sia lah tiket seharga IDR25K x 2 tersebut. Malang tak dapat ditolak, hari sabtu dan minggu Ake panas, sehingga nonton Harry Potter bener2 gak kejadian di minggu tsb.

Hari Jumat lalu, gue balik dari kantor jam 1600. Hidup udah mampet dan badan gak enak banget. Padahal kerjaan masih ngantri dalam rangka tendering. hari Sabtu jam 1100 -1600 gue nangkring di Office bersama temen2 mengerjakan proposal. Karena gue udah kepingin banget nonton, gue beli lah tiket (lagi) di PIM2 utk film jam 2120 sabtu malam.

So here is the my opinion ....

Seperti biasa film Harry Potter selalu ber-tema gelap dan dingin. Yang tidak biasa justru munculnya karakter Luna Lovegood yang menurut gue pas banget dibawakan oleh Evanna Lynch dan Doloris Umbridge yang dibawakan oleh Imelda Stauton. Cerita dimulai dengan adegan seru ketika Dementor mendatangi Little Whinging-Surrey utk menyedot jiwa Harry Potter. Namun awal yang seru (sesuai dengan cerita di buku) tidak di-ikuti dengan cerita yang seru dibagian tengah film. Tapi bagi gue hal ini udah terprediksi, karena buku Harry Potter and The Order of Phoenix adalah buku Harry Potter dengan rhytme terlambat dibanding yang lain.
Yang patut diacungkan jempol adalah konsistensi si pembuat film dengan detail2 dunia sihir. Misalkan centaurus, gwarp si raksasa , dan kuda penarik kereta Hogward - binatang yang hanya dapat dilihat oleh penyihir yang pernah menyaksikan kematian dan juga pengumuman2 dari Doloris Umbridge yang di pigura dan diletak-kan di dinding.
Terlepas dari irama yang kurang cepat, film Harry Potter and The Order of Phoenix tetap merupakan film wajib tonton utk penggemar fanatik Harry Potter.

Just like i do ....

Read More...

Thursday, July 19, 2007

Ouch!!! by Melanie Subono

Ouch !!
Pengarang : Melanie Subono
Penerbit : Gagas Media, 2007
Halaman : vi + 132 halaman
Ukuran : 11.5 x 19 cm
------------------------------------------------------

Melanie Subono nulis buku ?!
Melanie Subono adalah putri pertama Adri Subono pemilik Java Musikindo yang sukses membidani pertunjukan pemusik dan seniman internasional di Indonesia.

Dari warna sampulnya yang njeDER dan judulnya yang "meaningless" terus terang awalnya gue gak berminat membacanya. Membaca buku ini pasti gak beda jauh dari ngebaca blog anak gaul yang banyak banget beredar di internet. Kalo bisa baca gratis lewat internet, ngapain baca cerita serupa dengan mengeluarkan biaya !

Terus terang ini pandangan picik gue ketika pertama kali melihat "ouch !!" tergeletak di meja kamar gue. Lalu kalo udah gak minat dari awal, gimana bisa itu buku nangkring di kamar gue dan bisa gue ngomentarin (tentu dengan membaca dulu) buku ini ya ? Alkisah pipung membelikan buku bersampul shocking pink berhiaskan karikatur kepalan tangan dan tulisan ouuch , bersama buku pesanan gue yaitu seri ke-2 dari trilogi Klan Otori.


Semalam, karena belom ngantuk dan butuh baca sebelum tidur, gue iseng2 membaca buku karya Melanie Subono ini. Penasaran juga ingin tau kehidupan kalangan gaul ibukota, biar gak kuper-kuper amat , selain itu ... ini buku sudah "kadung" terbeli. Rugi dong kalo nggak dibaca :P

Seperti yang gue duga, bab pertama buku ini "as light as expected". Bahasanya sangat day2day remaja ibukota membuat gue merasa bagaikan membaca sebuah diary dibanding sebuah buku yang diterbitkan secara profesional. Tetap ada hal yang membuat gue terkesan, yaitu pesan pembuka dari Melanie yang jujur menyadari persepsi umum akan dirinya. Kejujuran itu bagi gue menunjukan bahwa penulisan buku ini murni keinginan untuk berbagi cerita bukan untuk menepuk dada, walaupun mungkin ada unsur latah dengan trend banyak terlahirnya "penulis wanita Indonesia" belakangan ini. Terlepas dari kesan tersebut , buktinya gue tetap melanjutkan membaca ...

Buku ini , bagi gue, menjadi menarik karena menceritakan potret pekerjaan Melanie menjadi LO di entertainment business yang buat gue adalah seasing mars untuk penduduk bumi. Sesuatu yang diluar imajinasi gue dan pikiran gue (aduh gimana ya, kuper sih). Sebagai orang yang berada di luar lingkungan industri entertainment (dan juga bukan penikmat fanatik entertainment), cerita Melanie justru banyak memberi unsur kejutan. Selain itu buku Melanie ini buat gue memberikan practical insight.

Insight #1 : DO NOT judge the book by its cover.
Ini menyangkut penilaian awal yang negatif gue ttg buku si Melanie yang harus diakui nggak boleh terjadi. Dan penilaian positive gue yang tentang bbrp artis bermuka manis, baik dan benar itu pasti punya atitude yang standard (kalo nggak bisa dibilang baik). eh pada kenyataannya mereka bisa punya atitude yang di luar dugaan .. dan cenderung bully !!

Insight #2 : People, not limited to Indonesian, can be such an ass-hole if they were highly needed, special and had authority.
Kita sering berfikir orang Indonesia tuh paling gampang lupa diri jika berada di atas. Bahwa pejabat2 yang punya otoritas itu sering minta yang gak masuk akal ketika mereka berkuasa. Ternyata itu nggak berlaku hanya utk orang Indonesia, westerner juga sama aja.

Jadi gimana nih, mestinya sikap hormat yang berlebihan cenderung monarki di pemerintahan harus pelan2 dikikis menjadi sikap hormat yang profesional dong ya !

Insight #3 : there WILL BE lotsa new job types in the future that we thought it was not a job at all.
Ketika nyokap dan bokap kita berada dalam kelompok umur pekerja, pekerjaan berkelas selalu diasosiasikan dengan gelar perguruan tinggi seperti insinyur, dokterandus dan dokter. Ketika kita (baca:gue) berada dalam kelompok umur pekerja (spt sekarang), pekerjaan berkelas selalu diasosiasikan dengan jabatan seperti pengusaha, manager atau direktur. Ketika nanti AKE (my daugther) berada dalam kelompok umur pekerja, mungkin ada rumpun pekerjaan baru yang saat ini mungkin tidak kita anggap sebagai pekerjaan. Buku Melanie membuka mata dan pikiran kita untuk kemungkinan spt itu.

Buku ini baik untuk dibaca oleh teenagers dan youngsters untuk mendapatkan energi, semangat dan inspirasi serta kreativitas utk selalu do the best and meet the commitment. Juga bermanfaat untuk parents (gue kayanya masuk golongan ini kali yeee) dan orang tua gue , to be come more open minded for future and choices that were NOT in our standard dictionary previously.


Selain itu, kalo pengen tau kisah kelakuan konyol mariah carey, diana kroll, bond dan masih banyak lagi, serta membukitkan bahwa seorang Melanie Subono bisa digampar (baca: secara harafiah digaplok) oleh rekan sesama LO .... Buku ini bisa dikategorikan sebagai sumber yang valid ... Good Work Melanie ! and thank you for sharing.


Read More...